Me
Sabtu, 12 April 2014
Filsafat Yunani kuno didominasi oleh tiga orang terkenal, yaitu Sokrates, Plato, dan Aristoteles. Ketiganya pernah tinggal di Athena dalam waktu lama, dan mereka juga saling mengenal. Sokrates yang paling tua, dan Plato merupakan muridnya, sekitar 400 SM. Sokrates meninggal pada 399 SM, dan Plato memulai karyanya dengan menuliskan ajaran Sokrates, dan kemudian berlanjut dengan menuliskan gagasannay sendiri serta membuka sebuah sekolah. Aristoteles, yang lebih muda, belajar di sekolah Plato, dan akhirnya ia pun membuka sekolah sendiri.
Pada masa setelah Plato dan Aristoteles meninggal, pada 200-an SM, tiga mazhab Filsafat terkenal muncul di sekolah-sekolah yang didirikan oleh Plato dan Aristoteles. Ketiga mazhab ini adalah Stoikisme, Skeptisime, dan Epikureanisme. Ketiganya terus bertahan bahkan hingga masa Kekaisaran Romawi, hingga akhirnya agama Kristen mulai mendominasi sekitar 300-an M, dan bahkan hingga setelah masa itu.
1. Filsafat Sebagai Ciptaan Yunani
Tanah Yunani adalah tempat persemaian dimana pemikir ilmiah mulai tumbuh. Brouwer dan Heryadi (1986: 2) mendefinisikan sejarah kebudayaan Yunani bahwa,
Orang-orang Yunani pada abad VI SM masih mempercayai dongeng-dongeng atau mitos. Segala sesuatu harus diterima sebagai suatu kebenaran yang tidak perlu dibuktikan lagi. Saat itu (logos) tidak dapat berbicara, segala sesuatunya harus diyakini dengan iman. Hal ini merupakan awal kebangkitan pemikir filsafat Yunani, diaman orang-orang mulai mencari kebenaran dengan menggunakan logis dan meninggalkan mitos.
2. Sejarah Filsafat Yunani
Bertens (1975:23 ) mengemukakan pendapat mengenai sejarah filsafat Yunani, Bertens mengatakan,
Pemikiran Yunani sebenarnya tidak asing bagi kita. Sekitar abad VI SM mulai muncul para pemikir yang tidak puas dengan segala dongeng-dongeng yang berkembang. Mereka menghendaki jawaban yang dapat diterima oleh akal dan meninggalkan mitos”
Para pemikir filsafat Yunani yang pertama berasal adari Miletos.
Menurut Hadiwijoyo (1980: 15) mengemukakan mengemukakan bahwa,
Para filsuf yang pertma hidup di Miletos kira-kira abad ke-6 SM. Bagaimana persis ajarannya sulit ditetapkan sebab sebelum Plato tidak ada hasil karya para filsuf itu yang telah seutuhmy dibukukan. Pemikiran mereka mencakup segala sesuatu yang dapat dipikrkan akal. Kajian berfikirnya adalah alam, buakan manusia. Alam ( fusis) adalah seluruh kenyataan hidup dan kenyataan badaniah. Orang yang pertama melakukan penyelidikan ini adalah Thales yang beranggapan asal mula segala sesuatu adalah air.
3. Filsafat Pro-Sokratik
Menurut Tjahjadi (2004: 18) filsafat Pro-Sokratik adalah,
Mencakup filsafat alam dari pemikir asal Miletos, Parmenides, Herakleotos beberapa filsafat alam muda lainnya, dan para atomis.kaum sofis abad ke-5 SM sebenarnya juga termasuk dalam golongan para filsuf zaman pro-sokratik tetapi berbeda dengan mereka, minat kaum sofis bukan terletak pada refleksi atas alam, melainkan atas manusia dan masyarakat.
Filsuf-filsuf pertama dari Miletos, antara lain:
a. Thales
Thales tidak menuliskan pikiran-piirannya atau sekurang-kurangnya tentang itu tidak ada kesaksian apapun.
b. Anaximandros
Anaximandros mencari prinsip terakhir yang dapat memberikan pengertian mengenai kejadian-kejadian dalam alam semesta.
c. Anaximenes
Menurut Anaximenes prinsip yang merupakan asal usul segala sesuatu adalah udara.
Ajaran-ajaran filsuf lonia yang pertama boleh disebut “filsafat alam” karena perhatian para filsuf ini kepada alam.
Bertens (1999: 66) berpendapat bahwa
Sejak Thales filsuf-filsuf pertama semua menganut pendirian bahwa realitas seluruhnya bersifat satu, karena terjadi dari satu unsurnya saja. Parmenides adalah filsuf yang telah menguraikan ajaran ini dengan cara yang paling eksterm, sampai-sampai pluralitas dan perubahan yang disaksikan dengan panca indra ditolak atas dasar rasio.
4. Kaum Sofis dan Sokrates
Menurut Bertens (1975: 66) “Aliran yang disebut Sofistik tidak merupakan suatu, yang dapat dibandingkan dengan mazhab Elea umpamanya. Bertentangan dengan suatu mazhab, para sofi tidak mempunyai ajaran bersama”.
Sokrates dengan sekuat tenaga menentang ajaran filsafat. Ia membela yang benar dan yang baik sebagai nilai objektif yang harus diterima serta dijunjung tinggi oleh semua orang. Sokrates merupakan contoh filsuf yang jujur serta berani. Sokrates memiliki jasa-jasa besar bagi filosof barat, sebab ia menyelamatkan pemikiran yunani yang masih muda dari krisis yang diakibatkan oleh sofistik (Bertens 1998: 11-12)
5. Plato
Menurut Hatta (1980: 87) “Plato dilahirkan di Atena 427 SM meninggal tahun 347 SM usia 80 tahun terlahir dari keluarga aristokrasi”.
Bakker (2000: 95) menyatakan bahwa,
Dunia materiil terdiri dari bayangan-bayangan yang menggambarkan bagian dalam dunia, ide-ide itu subsistik tidak berubah dan sempurna. Diantara ide-ide juga terdapat jiwa manusia disatukan denga badan. Jiwa itu adalah akal spiritual. Jiwa diturunkan kedalam badan entah karena kesalahan apa jiwa menguasai badan seperti perahu.
Menurut Magnis dan Suseno (1997: 15) “Plato tidak menulis tentang etika. Buku etika pertama kali ditulis oleh Aristoteles. Namun banyak dialog Plato terdapat uraian-uraian bernada etika. Itulah sebabnya kita dapat merekontruksikan pikiran-pikiran Plato tentang hidup yang baik”.
6. Aristoteles
Aristoteles lahir di Stageira suatu kota di Yunani Utara. Bapaknya adalah seorang dokter pribadi Amyntas II, raja Makedonia. Pada usia 18 tahun Aristoteles pergi ke Athena untuk belajar pada Plato. Selama 20 tahun Aristoteles menjadi murid Plato.
Perkembangan pemikiran Aristoteles dibagi menjadi tiga tahap, antara lain:
a. Tahap di Akademia, ketika masih setia kepada gurunya, Plato dan ajarannya tentang idea.
b. Tahap di Assos, Aristoteles mulai mengkritik ajaran Plato mengenai idea dan mengukuhkan pandangan filsafatnya sendiri.
c. Tahap di Athena, Aristotheles mulai meninggalkan filsafat spekulatif dan menuju pada penyelidikan empiris.
Pemikiran Aristoteles tentang “yang ada” berdasarkan ajaran para filsuf yang mendahului tidak setuju dengan ajaran Plato, yang mengatakan bahwa ada dua bentuk yang ada. Menurut Aristoteles “ada” hanya dimiliki oleh benda-benda kongkrit, diluar benda konkrit tidak ada sesuatu yang berada (Brouwer dan Heryadi. 1986: 35-40).
Hardiwijoyo (1980: 39) mengemukakan bahwa “Di dalam filsafat Aristoteles , etika mendapat tempat yang khusus. Hukum-hukum kesusilaan diturunkan dari pengamatan perbuatan kesusilaan dan dari pengalaman angkatan yang susul menyusul”.
B. Analisis
Plato dan Aristoteles mengatakan bahwa filsafat timbul atas dasar rasa heran, tetapi filsuf-filsuf dari miletos member jawaban rasional atas tanda-tanda Tanya yang disodorkan oleh alam semesta. Filsuf-filsuf pluralis seperti Empedokler dan Anaxagoras memiliki perdedaan dalam ajarannya. Empedokler menjelaskan kaliau kita membagi-bagi materi kita akan terbentur pada empat anasir. Air misalnya tidak dapat dibagi lagi menjadi bentuk anasir yang lain. Anaxagos menganggap realitas seluruhnya sebagai suatu campuran yang mengandung semua benih. Dalam tiap-tiap benda terdapat benih-benih, tetapi tidak menurut proporsi yang sama. Sokrates dalam ajarannya memilih manusia sebagai objek penyelidikannya, dan ia memandang manusia lebih kurang dari segi yag sama sepertimereka. Ajaran Plato tentang idea menjelaskan esensi mempunyai realitas, terlepas dari segala perbuatan kongkret. Ajaran Plato mengenai ide-ide ialah ilmu pasti. Aristoteles sendiri menggunakan istilah “analitika” untuk penyelidikan mengenai argumentasi-argumentasi yang bertitik tolak dari putusan-putusan yang benar dan dia menggunakan istilah “dialektika” untuk penyelidikan mengenai argumentasi-argumentasi yang bertitik tolak dari putusan-putusan hipotesa atau putusan yang tidak pasti kebenarannya.
Filsuf-filsuf Yunani Kuno dapat dilihat dari beberapa kriteria,antara lain:
1. Filsuf-filsuf pertama dari Miletos
2. Pythagoras
3. Xenopanes
4. Herakletos
5. Filsuf-filsuf Pluralis
6. Kaum sofis
7. Sokrates
8. Plato
9. Aristoteles
Filsafat Plato bersifat sokratik, Plato menggunakan filsafat sebagai dialog yang mengandung mite-mite. Ajaran filsafat Plato mencakup:
a. Ajaran tentang idea-idea
b. Ajaran tentang jiwa
c. Ajaran tentang Negara
daftar pustaka:
http://id.wikibooks.org/wiki/Yunani_Kuno/Filsafat
Bakker, Anton. 2000. Antropologi Metafisik. Yogyakarta: Kanisius.
Bertens.1957. Sejarah Filsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius
Bertens. 1998. Ringkasan Sejarah Filsafat. Yogyakarta: kanisius.
Bertens. 1999. Sejarah Fillsafat Yunani. Yogyakarta: Kanisius.
Brouwer dan Heryadi. 1986. Sejarah Filsafat Barat Modern dan
Seezaman. Bandung: P.T. Alumni.
Hadiwijono, Harun. 1980. Sari Sejarah Filosof Barat. Yogyakarta:
Kasinius.
Hatta, Muhammad. 1980. Alam Pikiran Yunani. Jakarta: UI Press.
Jono dan Cecep Sumarna. 2006. Melacak Jejak Filsafat. Bandung: Sangga
Buana.
Kencana, Inu. 1995. Filsafat Kehidupan. Jakarta: Bumi Aksara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar